Wednesday, November 4, 2009

...

Aku renung setiap bilah kisah

Dari episod cinta naïf

Aku nilai dari pandangan kasar

Aku hitung juga dari bahasa hati

Aku pertimbangkan setiap patah

Kata azimat mereka yang prihatin

Aku akui....

Naifnya aku dalam mengenal erti

Kata sebuah cinta


Adakala nafsu menunjangkan rasa

Ada ketika gelora hati meruntun di jiwa

Ada saatnya hati berdetik kata walang

Hingga tergadai lagi harga dan nilai

Cinta yang naif


Aku terhumban dan terasing

Di sudut kendiri

Terperosok, berwalang

Rawan hati pada sebuah ceritera

Cerita cinta yang naif


Silap menilai

Salah menghitung

Rapuh pertimbangan

Terlupa dengan alasan

Terbias kata kesal

Tunjangkan kesalahan pada diri sendiri


Aku kumpul kekuatan untuk terus berjalan

Biar dalam rawan hati

Biar penuh kesal di jiwa

Biar aku terus berjalan

Biar cinta yang naif itu terus terkubur

Sekalipun tidak bernisan


Aku larikkan segaris doa dan harapan

Untuk hati terus mengenal erti kata yang sebenar

Aku titipkan seraut doa dan harapan

Untuk terus berjalan

Ini noktah aku yang terakhir.

0 comments:


 

Design by Amanda @ Blogger Buster